SISTEM PEMBAYARAN DAN KEAMANAN E COMMERCE

 

SISTEM PEMBAYARAN DAN KEAMANAN E COMMERCE

(Studi Kasus Tokopedia)

 

 


 

Disusun Oleh :

Salsabila Nisrina

1851011003


 

MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS LAMPUNG

2021


 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR .......................................................................................................

BAB I : PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang .............................................................................................................

1.2  Rumusan Masalah .........................................................................................................

1.3  Tujuan Makalah ............................................................................................................

 

BAB II : PEMBAHASAN

2.1   E-Commerce ................................................................................................................

2.1.1        Pengertian E-Commerce ......................................................................................

2.1.2        Tujuan dan Manfaat E-Commerce .......................................................................

2.1.3        Jenis-Jenis E-Commece .......................................................................................

2.1.4        Kelebihan dan Kekurangan E-Commerce ...........................................................

2.2   Sistem Pembayaran E-commerce .............................................................................

2.2.1        Pengertian Sistem Pembayaran E-commerce ......................................................

2.2.2        Alat Sistem Pembayaran E-commerce ................................................................

2.2.3        Kelebihan dan Kekurangan Sistem Pembayaran E-commerce ...........................

2.3 Keamanan E-commerce ..............................................................................................

2.3.1        Tujuan Keamanan E-commerce ..........................................................................

2.3.2        Ancaman Keamanan E-commerce ......................................................................

2.3.3        Solusi dan Tips Keamanan E-commerce ............................................................

2.4  Studi Kasus .................................................................................................................

 

BAB III : PENUTUP

3.1    Kesimpulan ..................................................................................................................

 


KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “Sistem Pembayaran dan Keamanan E Commerce” ini tepat pada waktunya.

Adapun tujuan dari penulisan dari makalah ini adalah untuk memenuhi tugas pada mata kuliah E Commerce. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan tentang Sistem Pembayaran dan Keamanan dalam E Commerce bagi para pembaca dan juga bagi penulis.

Saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Nuzul Inas Nabila, S.E., M.S.M., selaku dosen E Commerce Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang saya tekuni.

Saya juga mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah turut serta membagi sebagian pengetahuannya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini. Saya menyadari, makalah yang saya tulis ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan saya nantikan demi kesempurnaan makalah ini.

 

Bandar Lampung, 4 Mei 2021


 

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perkembangan Teknologi Informasi telah berhasil menciptakan infrastruktur informasi baru. Internet memiliki beberapa daya tarik dan keunggulan bagi para konsumen maupun organisasi, misalnya dalam hal kenyamanan, kecepatan data, akses 24 jam sehari, efisiensi, alternatif ruang dan pilihan yang tanpa batas, personalisasi, sumber informasi dan teknologi yang potensial dan lain lainnya. Internet sebagai jaringan komputer global dapat dipergunakan sebagai media perdagangan di era globalisasi. Transaksi jual beli yang awalnya dilakukan dengan manual, yaitu penjual dan pembeli ada pada satu tempat, saat ini mulai berubah, yaitu proses jual beli dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja (Rezkiawan, 2008). Kemudian mulai diperkenalkan e-commerce, yang merupakan sebuah sarana untuk melakukan transaksi keuangan secara online. E-commerce mengizinkan kita untuk menjual produk-produk dan jasa secara online. Calon pelanggan atau konsumen dapat menemukan website kita, membaca dan melihat produk-produk, memesan dan membayar produk-produk tersebut secara online. Bagi pihak konsumen, menggunakan E-Commerce dapat membuat waktu berbelanja menjadi singkat (Fauziah dan Ina, 2008).

Sejak internet dikembangkan untuk tujuan komersial, perusahaan mengadopsi dalam kegiatan operasional bisnisnya. Salah satu penggunaan internet adalah untuk pemasaran. Internet dapat digunakan untuk menjual berbagai produk yang siap dipasarkan. Hal ini dapat dicapai melalui penggunaan internet untuk mengiklankan produk guna meningkatkan. kesadaran produk dan profil perusahaan di antara konsumen potensial dalam suatu pasar. Internet dapat menampilkan profil perusahaan sebagai sarana promosi dalam dunia bisnis. Akan tetapi, dibalik populernya penjualan secara online, banyak pengguna internet yang masih takut dalam melakukan transaksi, baik untuk membeli/customer dan menjual barang di toko-toko Virtual, maupun melakukan transaksi keuangan pada sistem Intenet Banking. Dari makalah ini akan ditinjau beberapa metode transaksi atau pembayaran pada toko online serta keamanan dalam melakukan transaksi jual beli melalui pemanfaatan E Commerce.

 

1.2 Rumusan Masalah

1.      Apakah yang dimaksud dengan E Commerce?

2.      Bagaimanakah Sistem Pembayaran E Commerce?

3.      Bagaimanakah Keamanan dalam Penggunaan E Commerce?

 

1.3 Tujuan Makalah

1.      Untuk mengetahui gambaran umum terkait E Commerce.

2.      Untuk mengetahui bagaimana system pembayaran dalam E Commerce.

3.      Untuk mengetahui keamanan, serta ancaman dan solusi dalam menggunakan E Commerce.


BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1 E Commerce

2.1.1 Pengertian E Commerce

E-commerce (Elektronik Commerce) atau dalam bahasa indonesia Perdagangan Secara Elektronik adalah aktivitas penyebaran, penjualan, pembelian, pemasaran produk (barang dan jasa), dengan memanfaatkan jaringan telekomunikasi seperti internet, televisi, atau jaringan komputer lainnya. Secara sederhana e-commerce adalah proses pembelian maupun penjualan produk secara elektronik. e-commerce sendiri makian kian berkembang beberapa tahun belakangan ini dan secara perlahap menggantikan toko tradisional ( Offline ).

Pengertian E-commerce menurut para ahli :

Dengan berbagai definisi tentang E-commerce. Maka, beberapa ahli yang menjelaskan tentang apa itu E-commerce adalah sebagai berikut :

  • Kalakota dan Whinston

Menurut mereka Pengertian E-commerce adalah aktivitas beIanja online dengan menggunakan jaringan internet dan cara transaksinya melaIui transfer uang secara digital. meninjau pengertian E-Commerce dari empat perspektif, yaitu :

  1. Perspektif komunikasi, E-Commerce ialah sebuah proses pengiriman barang, layanan, informasi, atau pembayaran melalui komputer ataupun peralatan elektronik lainnya.
  2. Perspektif proses bisnis, E-Commerce merupakan sebuah aplikasi dari suatu teknologi menuju otomatisasi dari transaksi bisnis dan aliran kerja.
  3. Perspektif layanan, E-Commerce ialah suatu alat yang memenuhi keinginan perusahaan, manajemen, dan konsumen untuk mengurangi biaya layanan (service cost) ketika meningkatkan kualitas barang dan meningkatkan kecepatan layanan pengiriman
  4. Perspektif online, E-Commerce menyediakan kemampuan untuk membeli dan menjual produk atau barang serta informasi melalui layanan internet maupun sarana online yang lainnya.

  • Loudon

Menurut Loudon pengertian E-Commerce adalah suatu proses transaksi jual beli yang dilakukan oleh pembeli dan penjual secara elektronik dari perusahaan ke perusahaan lain. Dalam transaksi tersebut menggunakan komputer sebagai perantaranya.

  • Shely Cashman

Menurut Shely Cashman E-commerce merupakan transaksi bisnis yang terjadi dalam jaringan elektronik, seperti internet.

 

2.1.2 Tujuan dan Manfaat E Commerce

Tujuan suatu perusahaan menggunakan sistim E-Commerce adalah dengan menggunakan E-Commerce maka perusahaan dapat lebih efisien dan efektif dalam meningkatkan keuntungannya.

Manfaat dalam menggunakan E-Commerce dalam suatu perusahaan sebagai sistem transaksi adalah:

1.    Dapat meningkatkan market exposure (pangsa pasar). Transaksi on-line yang membuat semua orang di seluruh dunia dapat memesan dan membeli produk yang dijual hanya dengan melalui media computer dan tidak terbatas jarak dan waktu.

2.      Menurunkan biaya operasional (operating cost). Transaksi E-Commerce adalah transaksi yang sebagian besar operasionalnya diprogram di dalam komputer sehingga biaya-biaya seperti showroom, beban gaji yang berlebihan, dan lain-lain tidak perlu terjadi

3.      Melebarkan jangkauan (global reach). Transaksi on-line yang dapat diakses oleh semua orang di dunia tidak terbatas tempat dan waktu karena semua orang dapat mengaksesnya hanya dengan menggunakan media perantara komputer.

4.      Meningkatkan customer loyalty. Ini disebabkan karena sistem transaksi E-Commerce menyediakan informasi secara lengkap dan informasi tersebut dapat diakses setiap waktu selain itu dalam hal pembelian juga dapat dilakukan setiap waktu bahkan konsumen dapat memilih sendiri produk yang dia inginkan.

5.      Meningkatkan supply management. Transaksi E-Commerce menyebabkan pengefisienan biaya operasional pada perusahaan terutama pada jumlah karyawan dan jumlah stok barang yang tersedia sehingga untuk lebih menyempurnakan pengefisienan biaya tersebut maka sistem supply management yang baik harus ditingkatkan.

6.      Memperpendek waktu produksi. Pada suatu perusahaan yang terdiri dari berbagai divisi atau sebuah distributor di mana dalam pemesanan bahan baku atau produk yang akan dijual apabila kehabisan barang dapat memesannya setiap waktu karena on-line serta akan lebih cepat dan teratur karena semuanya secara langsung terprogram dalam komputer.

 

2.1.3 Jenis-Jenis E Commerce

Dalam perjalanannya di dunia bisnis online, e-commerce dibagi menjadi dua jenis, yaitu :

1.      Business to Business (B2B)

B2B adalah bentuk jual-beli produk atau jasa yang melibatkan dua atau beberapa perusahaan dan dilakukan secara elektronis. Dalam hal ini, baik pembeli maupun penjual adalah sebuah perusahaan dan bukan perorangan. Biasanya transaksi ini dilakukan karena mereka telah saling mengetahui satu sama lain dan transaksi jual beli tersebut dilakukan untuk menjalin kerjasama antara perusahaan itu.

Karakteristik e-commerce jenis B2B adalah sebagai berikut :

·         Trading partners yang sudah diketahui dan umumnya memiliki hubungan (relationship) yang cukup lama. Informasi hanya dipertukarkan dengan partner tersebut. Dikarenakan sudah mengenal lawan komunikasi, maka jenis informasi yang dikirimkan dapat disusun sesuai dengan kebutuhan dan kepercayaan (trust).

·         Pertukaran data (data exchange) berlangsung berulang-ulang dan secara berkala, misalnya setiap hari, dengan format data yang sudah disepakati bersama. Dengan kata lain, servis yang digunakan sudah tertentu. Hal ini memudahkan pertukaran data untuk dua entitas yang menggunakan standar yang sama.

·         Salah satu pelaku dapat melakukan inisiatif untuk mengirimkan data, tidak harus menunggu parternya.

·         Model yang umum digunakan adalah peer to peer, dimana processing intelligence dapat didistribusikan di kedua pelaku bisnis.

Keuntungan B2B e-commerce  adalah sebagai berikut

·         Pencapaian kesempatan berkompetisi secara nyata.

·         Produktivitas kerja yang besar dan postensial.

·         Penghematan waktu dalam melakukan transaksi.

·         Berkurangnya biaya yang harus dikeluarkan (Proses yang cepat, transparan, dan harga yang lebih murah)

·         Pengurangan biaya atau pengeluaran

 

2.      Business to Consumer (B2C)

Jenis E-Commerce Business to Consumer (B2C) ialah bisnis yang dikerjakan antara pelaku bisnis dengan konsumen. Misalnya saja produsen melakukan aktivitas jual beli produk kepada konsumen melalui pemasaran online. Produsen akan melakukan bisnis dengan cara memasarkan produk-produknya ke konsumen tanpa adanya feedback dari konsumen untuk berbisnis ulang. Dengan kata lain, produsen hanya memasarkan produk dalam bentuk barang ataupun jasa, sementara konsumen hanya berperan sebagai pengguna atau pembeli saja. B2C adalah bentuk jual-beli produk yang melibatkan perusahaan penjual dan konsumen akhir yang dilakukan secara elektronis. Karakteristik e-commerce jenis B2C adalah sebagai berikut :

·         Terbuka untuk umum, dimana informasi disebarkan ke umum.

·         Servis yang diberikan bersifat umum (generic) dengan mekanisme yang dapat digunakan oleh khalayak ramai. Sebagai contoh, karena sistem Web sudah umum digunakan maka servis diberikan dengan menggunakan basis Web.

·         Servis diberikan berdasarkan permohonan (on demand). Konsumen melakukan inisiatif dan penyedia jasa atau barang harus siap memberikan respon sesuai dengan permohonan.

·         Pendekatan client/server sering digunakan dimana diambil asumsi client (consumen) menggunakan sistem yang minimal (berbasis Web) dan processing (businessprocedure) diletakkan di sisi server.

Keuntungan B2C e-commerce adalah sebagai berikut

·         Akses ke pasar global secara langsung.

·         Penghematan waktu dan tempat.

·         Pengurangan biaya yang sangat berarti

·         Kesediaan penuh : 24 jam perhari dan 7 hari perminggu

·         Berbelanja secara on-line tidak sesulit dari apa yang biasa didapat di pasar tradisional

·         Mudah dalam penggunaannya, tidak memerlukan kepandaian khusus

·         Banyak pilihan yang didapat dengan mudah ditambah dengan kerahasiaan yang dij amin

·         Product-on-demand ( apa yang anda perlukan akan anda dapatkan )

 

3.      Consumer to Consumer(C2C)

C2C adalah jenis e-commerce dimana pelakunya adalah sama-sama pelanggan atau konsumen. Di sini pelanggan akan menjual barang atau jasa dari produsen tertentu kepada pelanggan lainnya. Bisa dikatakan di sini penjual adalah semacam perantara. Jenis e-commerce consumer to consumer adalah bisinis yang dijalankan antara konsumen dengan konsumen. Sebagai contoh, konsumen akan menjual kembali barang yang diperoleh dari produsen ke konsumen lainnya.

4.      E-Commerce Consumer to Business (C2B)

Jenis E-Commerce Consumer to Business (C2B) ialah aktivitas bisnis yang terjadi diantara produsen dan konsumen. Bisnis ini dikerjakan oleh konsumen terhadap produsen yang menyediakan produk (barang atau jasa). Misalnya saja, konsumen akan memberitahukan detai produk (barang atau jasa) yang diminati melalui pemasaran online terhadap produsen. Selanjutnya, produsen yang tahu akan permintaan tersebut kemudian akan melakukan penawaran produk yang diminati terhadap konsumen.

 

2.1.4 Kelebihan dan Kekurangan E Commerce

·         Kelebihan E-commerce

Lebih efisien waktu, sebab dengan adanya e-commerce pemesanan barang dapat melalui telephone atau situs internet dan dapat diantar. Pelanggan tidak perlu repot datang langsung ke toko untuk membeli barang.

 

·         Kekurangan E-Commerce

Tidak terlalu aman, sebab saat transaksi biasanya menggunakan kartu kredit atau no rekening, itu dapat memungkinkan sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.

 

2.2 Sistem Pembayaran E Commerce

2.2.1 Pengertian Sistem Pembayaran E Commerce

E-Commerce atau Elektronik Commerce adalah suatu model bisnis yang menggunakan pembayaran secara elektronik di mana pembayaran elektronik mengacu untuk mengurangi penggunaan kertas. Saat ini pembayaran secara elektronik telah berevolusi dan terus berkembang seiring dengan banyaknya kebutuhan dan cara untuk melakukan pembayaran, evolusi tersebut berguna agar memudahkan transaksi yang terjadi dalam e-commerce. Selain kemudahan dalam melakukan transaksi keuntungan dalam menggunakan sistem pembayarane-commerce adalah untuk meminimalisir biaya transaksi, proses waktu dan biaya tenaga kerja.

 

2.2.2 Alat Sistem Pembayaran E Commerce

1.      Kartu kredit online, Merupakan bentuk utama sistem pembayaran online. Ada 5 pihak yang terlibat dalam pembelian kredit online yaitu konsumen, penjual, clearinghouse, bank penjual (kadang disebut dengan acquiring bank) dan bank yang mengeluarkan kartu kredit milik konsumen. Bagaimanapun, sistem kartu kredit online memiliki sejumlah batasan yang melibatkan keamanan, resiko penjualan, biaya, dan keadilan sosial.

2.      Dompet digital (digital wallets), Berusaha menandingi fungsionalitas dari dompet tradisional yang mengandung informasi identifikasi pribadi dan nilai yang tersimpan dalam beberapa bentuk.

3.      Tunai digital (digital cash), Merupakan token numerik online berdasar deposit bank atau akun kartu kredit.

4.      Sistem stored-value online, Memperbolehkan konsumen untuk melakukan pembayaran instan, online untuk penjual dan individu lain, berdasar nilai yang tersimpan dalam akun online. Beberapa sistem penyimpanan nilai online butuh agar user mengunduh dompet digital, sementara yang lain butuh user untuk sekedar sign up dan transfer uang dari akun yang telah ada ke akun nilai yang tersimpan online.

5.      Sistem digital accumulating balance, Memperbolehkan user untuk melakukan pembelian pada web, mengakumulasi keseimbangan (balance) debit yang nanti akan ditagihkan pada akhir siklus (misal akhir hari, atau akhir bulan); konsumen lalu menghitung bayaran semua balance dengan menggunakan cek atau akun kartu kredit. Sistem akumulasi keseimbangan (balance), ideal untuk pembelian konten digital seperti trek musik, bagian buku, artikel maupun koran.  

6.      Sistem pembayaran cek digital, Perpanjangan dari infrastruktur checking dan banking saat ini.

7.      Sistem pembayaran wireless, Sistem pembayaran berbasis telepon seluler yang memungkinkan untuk melakukan pembayaran mobile. Namun, tidak seluruh tipe sistem pembayaran tersebut dapat diterapkan di Indonesia. Mengingat banyak faktor terkait pandangan masyarakat yang mendukung dan menolaknya.

 

2.2.3 Kelebihan dan Kekurangan Sistem Pembayaran E Commerce

·         Kelebihan E-Payment

a)      Menghasilkan lebih banyak penjualan

Sistem ini memungkinkan konsumen untuk membayar produk dan layanan secara online tanpa harus bertemu dengan pihak penjual. Oleh karena itu, Anda dapat menjangkau lebih banyak pelanggan potensial di berbagai wilayah sehingga dapat menghasilkan lebih banyak penjualan.

b)      Transaksi menjadi lebih efektif dan efisien

Sistem pembayaran ini jauh lebih efektif dan efisien daripada pembayaran tunai. Hanya dengan menggunakan smartphone atau aplikasi internet banking, konsumen dapat membayar barang yang mereka beli dengan cepat dan mudah. Selain itu, konsumen dapat membayar produk yang dibeli dari situs e-commerce kapan saja dan di mana saja selama perangkat yang mereka gunakan terhubung dengan koneksi internet.

 

c)      Kontrol pengeluaran untuk pelanggan

Pengguna dapat memeriksa akun virtual dan melihat semua pengeluaran dan riwayat transaksi.  Hal ini dapat memudahkan pengguna untuk mengontrol jumlah pengeluaran yang dilakukan setiap bulannya.

·         Kekurangan E-Payment

a)      Kemungkinan terkena serangan hacker

Melihat semakin berkembangnya teknologi, saat ini penjahat juga ikut beralih menyerang sistem digital. Jika Anda tidak menggunakan sistem keamanan yang baik, risiko terjadinya data breach juga dapat terjadi di bisnis Anda. Oleh karena itu sistem pembayaran yang aman harus selalu Anda prioritaskan. Jika Anda menggunakan sistem payment gateway, pastikan mereka menyediakan sistem fraud detection untuk mencegah terjadinya kecurangan atau penipuan.

b)      Kurangnya privasi

Semua informasi transaksi seperti data penerima, jumlah dana, serta waktu pembayaran akan tersimpan di database sistem pembayaran yang Anda gunakan. Hal ini menyebabkan kurangnya privasi pada sistem e-payment.

c)      Membutuhkan akses internet

Pengguna membutuhkan koneksi internet untuk melakukan pembayaran online. Tanpa koneksi internet, pengguna tidak bisa menggunakan sistem e-payment ini. 

 

2.3 Keamanan E-commerce

2.3.1 Tujuan Keamanan E-commerce

Keamanan adalah sebuah upaya yang dilakukan untuk meminimalisir sebuah kerusakan yang terjadi pada sebuah  sistem. Keamanan juga di buat untuk membentengi semua gangguan yang di buat secara sengaja maupan tidak sengaja. Keamanan dalam sistem informasi bisa diartikan sebagai suatu perlindungan untuk membetengi sebuah sistem. Dan menghindarkan system itu   dari spyware maupun virus-virus dan juga pengrusakan oleh hacker maupun cracker.

Tujuan dasar keamanan pada e-coomerce maupun dalam internet dan Sistem informasi dirangkum, menjadi beberapa poin :

·         Dapat  memberikan jaminan informasi yang dikirim melalui internet tidak dapat dibuka maupun diketahui oleh pihak yang tidak berhak.

·         Memberi jaminan konsistensi data informasi sesuai dengan data asli sehigga terhindar dari penduplikatan dan perusakan data.

·         Terdapat jaminan bahwa hanya pengguna sah (orang yang berhak) saja yang bisa mengakses informasi miliknya sendiri.

·         Memberi jaminan kepastian bahwa sumber informasi tidak diakses oleh orang yang tidak berhak atau bertanggung jawab.

 

2.3.2 Ancaman Keamanan E Commerce

Ada beberapa bentuk ancaman yang mungkin terjadi:

·         System Penetration, Orang-orang yang tidak berhak melakukan akses ke system computer dapat dan diperbolehkan melakukan segala sesuatu sesuai dengan keinginannya.

·         Authorization Violation, Pelanggaran atau penyalahgunaan wewenang legal yang dimiliki seseorang yang berhak mengakses sebuah sistim.

·         Planting, Memasukan sesuatu ke dalam sebuah system yang dianggap legal tetapi belum tentu legal di masa yang akan datang.

·         Communications Monitoring, Seseorang dapat mernantau semua infonnasi rahasia dengan melakukan monitoring komunikasi sederhana di sebuah tempat pada jaringan komunikasi.

·         Communications Tampering, Segala hal yang membahayakan kerahasiaan informasi seseorang tanpa melakukan penetrasi, seperti mengubah infonnasi transaksi di tengah jalan atau membuat sistim server palsu yang dapat menipu banyak orang untuk memberikan infonnasi rahasia mereka secara sukarela.

·         Denial of service, Menghalangi seseorang dalam mengakses informasi, sumber, dan fasilitas-fasilitas lainnya.

·         Repudiation, Penolakan terhadap sebuah aktivitas transaksi atau sebuah komunikasi baik secara sengaja maupun tidak disengaja.

2.3.3 Solusi dan Tips Keamanan E-commerce

·         Tips Aman Transaksi E Commerce

Setiap kali sebuah inovasi bisns e-commerce baru dirilis, risiko keamanan baru berpose untuk konsumen. Dengan bisnis e-commerce, seluruh penjualan e-commerce di seluruh dunia diproyeksikan akan menembus angka $1.298 triliun pada tahun ini, dan beban menentukan bagaimana bertransaksi online secara aman dan paling sulut jatuh kepada pihak konsumen. Dengan segala resiko yang dihadapinya, berikut Paseban ulas tentang beberapa tips keamanan dalam bisnis E-Commerce yang bisa di ikuti.

1.      Bagi dengan Kehati-hatian

Anda tidak harus berbagi lebih dari yang diperlukan, terutama informasi pribadi yang sangat sensitif seperti jaminan sosial atau nomor kartu kredit atau debit. Penjual menciptakan bentuk-bentuk checkout online dengan kolom untuk untuk rincian relevan untuk mengumpulkan data pelanggan. Lewati pertanyaan yang tidak ditandai  (required) dengan tanda bintang dan Anda akan secara signifikan meningkatkan anonimitas belanja Anda.

Menilai kembali bagaimana Anda bebas berbagi perangkat yang Anda gunakan untuk melakukan pembelian. Jika Anda memiliki aplikasi dompet digital, itu bukan ide yang terbaik untuk membiarkan orang asing menggunakan ponsel Anda untuk membuat panggilan. Kehati-hatian ekstra disarankan jika Anda menggunakan ponsel Anda untuk setiap kegiatan e-commerce.

2.      Verifikasi Semua URL

Memverifikasi URL sangat penting dalam memecahkan legitimasi setiap situs yang ditemukan melaui  iklan dan hyperlink. Setiap link yang disajikan dalam email, komentar media sosial, atau iklan dapat membawa Anda ke situs web palsu. Untuk membuat keadaan menjadi lebih buruk, situs penipu sering hampir tidak bisa dibedakan dari situs yang sah. Terlepas dari bagaimana Anda datang ke sebuah website atau bagaimana website tersebut bersih, periksa URL dari website tersebut. Anda tidak perlu memahami semua bagian dari itu, tapi jika nama domain root (bagian setelah “www.”) Tidak sesuai dengan konten situs, kemungkinan Anda harus membeli di tempat lain.

 

3.      Tanyakan Sebelum Membeli

Salah satu cara termudah untuk menghindari penipuan online adalah pastikan Anda ertransaksi dengan situs yang sah. Selain memeriksa URL untuk validitas, proses dua langkah sederhana ini akan membantu memastikan situs itu asli. Pertama, periksa bahwa situs Anda memiliki  “About us”  atau “Contact us” ” halaman valid dengan informasi kontak yang terdaftar. Kedua, pastikan perusahaan memiliki beberapa jenis akun  media sosial. Jika Anda tidak yakin tentang transaksi, maka screenshot halaman konfirmasi dan informasi pasca-pembelian yang Anda terima pada layar. Screenshot memungkinkan Anda untuk menyimpan rincian yang Anda belum tahu dan belum Anda butuhkan.

4.      Gunakan Metode Pembayaran yang Terpisah dari Rekening Bank

Meskipun kartu kredit dan kartu debit dapat digunakan sebagai metode pembayaran plastik di dalam toko, penggunaan kartu kredit yang paling baik digunakan untuk metode pembayaran online. Ketika Anda membayar melalui kartu kredit, pembayaran secara teknis berasal dari perusahaan kartu kredit sebagai pinjaman, bukan pembayaran moneter dipotong langsung dari rekening bank Anda. Setiap kesalahan pemrosesan atau biaya kelebihan dapat dengan mudah tertangkap pada laporan kartu kredit Anda. Pembayaran kartu kredit virtual biasanya dibebankan ke kartu kredit atau kartu debit, bukan langsung ke rekening bank Anda, pada dasarnya menawarkan lapisan tambahan perlindungan. Ketika Anda membayar dengan kartu kredit virtual, informasi perbankan Anda tetap terpisah dari pembelian pribadi Anda, sehingga memastikan apakah nomor kartu dicuri, hacker tidak dapat mengakses akun Anda atau kembali menggunakan kartu yang dicurangi.

5.      Anda Hanya Memiliki Satu Identitas Online, Maka Lindungi Identitas Anda

Jika Anda berpikir Anda tidak memiliki identitas online, Anda salah. Yang Anda butuhkan adalah satu alamat email atau akun Facebook, dan Anda sudah memiliki identitas online. Tidak peduli seberapa hati-hati Anda berada dalam lingkup e-commerce, cara terbaik untuk melindungi diri sendiri adalah untuk memantau identitas online Anda aktif. Pembelian online saat ini semakin conodng ke arah penggunaan media sosial, dengan 50 persen dari penjualan Web diproyeksikan akan terjadi melalui media sosial pada tahun 2015.

 

2. 4 Studi Kasus

·         Kasus Tokopedia, Kominfo Ingin Tingkatkan Keamanan E-commerce

Kasus kebocoran data pengguna situs jual-beli online (e-commerce) kembali terjadi. Kali ini, dugaan kebocoran data dialami e-commerce terbesar di Indonesia, yakni Tokopedia. Kasus ini jadi pertanda bahwa e-commerce kurang peduli dengan keamanan data pengguna. Pasalnya, tahun lalu juga terjadi pencurian data pengguna e-commerce Bukalapak oleh peretas.

Kabar kebocoran data itu bermula dari cuitan akun Twitter @underthebreach. Akun yang familiar dengan isu peretasan ini menyebutkan 15 juta data pengguna Tokopedia bocor di dunia maya. Belakangan, peretas diduga menjual 91 juta data pengguna dan merchant Tokopedia seharga US$ 5.000 atau Rp 75,78 juta (kurs Rp 15.157 per dollar AS) di situs gelap (dark web). Data yang dijual mencakup gender, lokasi, username, nama lengkap pengguna, alamat e-mail, nomor ponsel, dan password.

Akun @underthebreach juga menyebutkan, peretas mengumpulkan data hingga Maret 2020. Pada akhir tahun lalu, Tokopedia mengklaim memiliki 90 juta pengguna. Nuraini Razak, VP of Corporate Communication Tokopedia mengakui adanya upaya pencurian data terhadap pengguna Tokopedia. "Namun kami memastikan, informasi penting pengguna, seperti password, tetap terlindungi," ujar dia saat dihubungi KONTAN, Minggu (3/5). Ahli forensik digital Ruby Zukri Alamsyah menyayangkan terulangnya kasus pembobolan data pengguna e-commerce di Indonesia. "Seharusnya ini tidak boleh terjadi lagi, e-commerce harus belajar dari kasusnya Bukalapak," kata Ruby. Pada Maret 2019, sebanyak 13 juta data pengguna Bukalapak juga dicuri peretas. Data tersebut meliputi alamat email, IP address, nama, password dan username. Dengan kasus ini, pengguna e-commerce harus secepatnya mengganti password. Selanjutnya, pergantian password harus sering dilakukan dan rutin.


 

BAB III

PENUTUP

 

3.1 Kesimpulan

E-commerce, selain memberikan kemudahan dalam bisnis juga menimbulkan resiko bisnis menjadi tingi. Resiko bisnis itu misalnya, kehilangan segi finansial secara langsung kareana kecurangan, penggunaan akses ke sumber oleh pihak yang tidak berhak, dan juga kehilangan kepercayaan dari konsumen. Resiko tersebut bisa diatasi dengan sistem yang mengharuskan seorang calon konsumen untuk menjadi anggota. Dengan keanggotaanya, seorang anggota bisa mengetahui perkembangan terakhir dari proses transaksi pembelian yang sudah mereka lakukan sebelumnya di situs toko online. Juga seorang anggota bisa mendapatkan informasi produk-produk yang baru melalui email anggota.

Cara yang juga digunakan untuk mengatasi resiko pada transaksi e-commerce pada toko online ini adalah sistem pembayaran dimana keamanan pembayaran yang membutuhkan bukti untuk menjamin kepercayaan. Metode yang dapat dipakai adalah sertifikasi keaslian. Disini perlu adanya lembaga sertifikasi yang memberikan identifikasi bahwa pemilik memberikan jaminan keaslian dengan cara memberikan identifikasi bahwa pemilik website adalah benar atau asli. Sedangkan untuk menjamin keaslian dari pembeli, lembaga sertifikasi tersebut memberikan layanan untuk tandatangan digital sehingga pedagang mempunyai jaminan bahwa pembeli tersebut dapat dipercaya. Jika perusahaan toko online ingin memperhatikan masalah keamanan data dengan lebih serius, maka sangat dianjurkan untuk membangun server sendiri yang hanya digunakan intern perusahaan. Kemudian untuk mengamankan website e-commerce-nya diperlukan kriptografi pada jaringan agar tidak merugikan pihak manapun. Perusahaan dapat menerapkan Secure Socket Layer (SSL) yang merupakan suatu protokol yang membuat sebuah jaringan pelindung antara browser pemegang kartu dengan server pedagang, sehingga pembajak atau penyerang tidak dapat menyadap atau membajak informasi yang mengalir pada jaringan tersebut.

Comments